SUNGAI BAJULMATI MALANG SELATAN, JAWA TIMUR

Oleh : Aucha Maf'ula, S. Tr. Par.


Capaian Pembelajaran - Fase F

Kepemanduan Ekowisata

Kegiatan diatas adalah kegiatan siswa dari konsentrasi keahlian ekowisata SMK Cendika Bangsa, Kepanjen Kabupaten Malang, Jawa Timur yang ikut serta dalam program pengembangan kawasan konservasi alam Sungai Bajulmati dengan kegiatan penanaman pohon mangrove sebagai upaya untuk pencegahan erosi dan kerusakan alam lainnya bersama Tokoh Masyarakat Abah Shohibul Izar, beliau juga sebagai pelopor kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Tegalsari, Kec. Gedangan, Kab. Malang yaitu KTM (Komunitas Tegalsari Maritime) Malang Selatan.

Deskripsi Sungai Bajulmati, Malang Selatan

Sungai Bajulmati merupakan sungai hilir yang terhubung langsung dengan Pantai Ungapan, Malang. Sungai ini merupakan sungai yang memiliki jembatan yang instagenik di Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Malang. 

Sungai Bajulmati juga merupakan kawasan konservasi alam yang dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa setempat yang dipimpin oleh Tokoh Nasional Penyuluh Desa Bajulmati yang sering dipanggil dengan  "Abah Izar".

Sungai Bajulmati berlokasi di Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan, Kab. Malang, Jawa Timur. Pada zaman dahulu Sungai Bajulmati juga merupakan sungai jalur transportasi perdagangan antara Daerah Malang ke Surabaya, namun kini alat trasnportasi berupa perahu hanya mampu berjalan hingga di Desa Sitiarjo saja karena adanya sedimentasi alluvial yang membuat sungai menjadi dangkal. Konon katanya, pada zaman dahulu terdapat banyak buaya di sungai ini, tetapi seiring berjalan nya waktu banyak para pendatang dari luar daerah Malang memburu buaya buaya tersebut untuk tujuan bisnis hingga buaya di sungai ini tidak tersisa satupun. Hal tersebut juga merupakan asal usul dinamakannya sungai ini dengan sebutan Sungai Bajulmati, Bajul yang dalam Bahasa Jawa itu buaya, mati artinya tiada. 

Kini sungai Bajulmati dikelola menjadi wisata konservasi serta wisata edukasi sebagai bentuk dari jenis ekowisata dengan tujuan utamanya adalah untuk melestarikan alam dan lingkungan. Salah satu kegiatan untuk melestarikan lingkungan diwujudkan dengan adanya sesi penanaman pohon mangrove di kawasan sedimentasi sungai Bajulmati. Selain itu, kegiatan terpenting yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan tumbuh-tumbuhan di sungai ini perlu juga dilakukan kegiatan reboisasi. 

Pohon mangrove merupakan salah satu pohon yang ada di sungai ini dengan jumlah yang terbilang banyak. Disamping fungsinya sebagai pengendali alam, ternyata pohon mangrove juga memiliki fungsi lain yang bisa dikonsumsi yaitu bisa dijadikan teh hijau pada bagian daunnya, dan pada bagian akar dapat dijadikan bahan obat-obatan. Dan tentunya masih banyak tumbuhan lain yang hidup di kawasan konservasi Sungai Bajulmati. 

Kearifan lokal warga sekitar Sungai Bajulmati juga menjadi poin utama yang sangat melekat pada hati setiap orang yang berkunjung ke sungai Bajulmati. Keramahan yang menjadi cerminan orang Indonesia dan budaya budaya lain seperti anak-anak yang bermain di sungai, semua kalangan memancing di sungai, budaya saling menyapa masih sangat melekat di daerah sekitar sungai Bajulmati. Hal ini membuat kawasan konservasi ini memiliki nilai budaya yang sangat tinggi. 


Refleksi :

- Konservasi alam adalah aspek utama dari suatu kegiatan yang berhubungan dengan melestarikan lingkungan, dimana pariwisata adalah dampak yang terjadi dari kegiatan konservasi tersebut. Dengan adanya kawasan konservasi, maka kegiatan pariwisata akan muncul sebagai dampaknya. 

- Ketika kita baik dengan alam, maka alam akan baik dengan kita. 

Comments

Popular posts from this blog

JENIS-JENIS PARIWISATA

Communication Skill (Skill Komunikasi)

Ekowisata