Pelanggaran yang sering dilakukan room attendant saat make up room

1. Latar Belakang

Room attendant adalah section yang bertugas untuk membersihkan kamar. Dalam satu hari kerja, room attendant bisa mengerjakan 15-30 kamar selama 8 jam kerja atau lebih. Jumlah kamar yang dikerjakan hotel biasanya sesuai dengan besar kecilnya ukuran kamar hotel serta tingkat hunian hotel.

Beberapa kasus pelanggaran oleh room attendant saat melaksanakan make up room biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti hotel yang sedang dalam kondisi back to back ataupun masalah lainnya. Hal ini terkadang membuat room attendant kurang maximal dalam proses pembersihan.

Pelanggaran yang sering dilakukan room attendant saat make up room meliputi kebersihan yang buruk (misalnya, debu tidak terangkat dengan baik, kamar kurang bersih), ketidakrapian (seperti linen dan toiletries yang tidak tertata rapi), kelalaian dalam melengkapi perlengkapan (seperti sabun, handuk, atau amenity lain yang kurang atau bahkan terlupa), dan ketidakpatuhan terhadap prosedur keamanan (misalnya, tidak mengetuk pintu sebelum masuk kamar tamu atau tidak mengecek kelistrikan sebelum make up room).  

2. Akibat Pelanggaran Make up Room

Akibat yang paling banyak dari pelanggaran make up room yang tidak sesuai prosedur dan menyebabkan kondisi kamar yang tidak nyaman adalah komplain tamu. 

Komplain tamu adalah keluhan atau ekspresi ketidakpuasan tamu terkait standar pelayanan atau fasilitas hotel. Komplain tamu disampaikan secara lisan maupun tulisan. Biasanya tamu yang komplain menghampiri langsung room attendant nya jika bertemu atau menghubungi front office hotel.

Komplain tamu berdampak besar terhadap perkembangan hotel. Beberapa dampak negatif dari komplain tamu adalah sebagai berikut:

  • Merusak Reputasi: Ulasan negatif di platform online atau dari mulut ke mulut dapat merusak citra hotel di masyarakat, sehingga memungkinkan okupansi kamar menurun.
  • Menurunkan Loyalitas Tamu: Tamu yang tidak puas dengan pelayanan hotel cenderung tidak akan kembali lagi dan tidak akan merekomendasikan hotel kepada orang lain. 
  • Penurunan Pendapatan: Jumlah tamu yang berkurang karena reputasi buruk akan berujung pada penurunan pendapatan hotel sehingga bisa saja hotel harus mengurangi jumlah karyawan atau kebijakan lainnya untuk menstabilkan kondisi keuangan hotel. 
  • Mengurangi Kinerja Karyawan: Karyawan yang sering menghadapi komplain mungkin akan merasa stres dan kurang termotivasi jika komplain datang secara terus menerus.

Comments

Popular posts from this blog

JENIS-JENIS PARIWISATA

Communication Skill (Skill Komunikasi)

Ekowisata